Translate

Minggu, 26 April 2015

MENGAPA KITA DILARANG MENYIMPAN DENDAM



MENGAPA KITA DILARANG MENYIMPAN DENDAM
Di masa Rosulluh saw ada paman Nabi bernama Hamzah bin abdul mutholib yang amat perkasa.
Saat itu beliau sedang dikebun dan mendengar jika keponakanya Rosulloh saw dipukul sampai berdarah saat berada di kabah, seraya ia langsung berlari kencang menunggangi  kudanya dan menyeret serta memukul orang yang telah menyakiti Rosulloh saw, sambil beliau berkata  kalian berani memukul keponakanku  Muhammad, ini balasanya,,seketika jatuh tersungkur oleh pukulan paman Nabi hamzah Bin Abdul Muthalib tersebut,,orang yang menganiaya Rosul.
lalu beliau berkata siapa yang berani menyakiti keponakanku Muhammad maka akan berhadapan denganku karena ia mengajarkan agama yang  aku anut juga. Tak sadar Hamzah bicara seperti itu depan kabah walaupun sebenernya ia belum masuk islam.
Beberapa lama kemudian ternyata Allah mentakdirkan Hamzah Bin Abdul Muthalib memeluk agama islam dan terlibatlah dalam perang Badar,dimana ia tampil sangat gagah perkasa dia tebas semua orang –orang kafir baik saudara maupun bukan sehingga banyak sekali yang dendam dengan beliau dari pihak kafir karena kehebatan dan kegagahan beliau membunuh banyak sekali orang- orang kafir.
Sampai suatu ketika ada keluarga yang hampir anggota keluarganya tewas, dan bicara kepada budaknya namanya washi,,,haii budaku washi sesungguhnya Hamzah telah menyakitiku dengan membunuh banyak sekali keluargaku pergilah kamu berperang dan bunuhlah hamzah, dan aku akan membebaskanmu,,lalu washi budak hitam itupun berkata baiklah saya akan berperang dan bunuh hamzah dan saya makan jantungnya.
Lalu terjadilah perang Uhud dan Hamzah si singa Allah ini kembali berperang dengan tangguh,,,washi budak hitam yang ingin merdeka itu mengintai terus pergerakan Hamzah sampai pada suatu ketika ada kesempatan dia tombak Hamzah dari belakang dan jatuh tersungkurlah Hamzah kebumi dan meninggal,, tak cukup itu washi memotong telinga dan hidung Hamzah serta merobek serta memakan jantung Hamzah Bin Abdul Muthalib paman Nabi tersebut,,
Setelah selesai perang terjadi dikumpulkan lah semua suhada dan Nabi melihat mayat pamanya Hamzah dengan meninggal tragis hidung dipotong kupingnya dipotong serta jantungnya dirobek,,,seketika bergetarlah Rosulullah melihat kondisi yang amat tragis dari seorang paman yang amat Beliau cintai yang selalu membelanya,,,
Sambil menagis beliau bertanya kepada para sahabat,,,siapakah yang telah membunuh pamanku secara sadis dan kejam seperti ini??? Lalu sahabat menjawab,,washi seorang budak hitam ya Rosullulah,,,akhirnya Rosulluh menguburkan pamanya..
Setalah beberapa lama Makkah ditundukan oleh kaum Muslimin,,,,dan seluruh penduduk Makkah pun masuk islam.. washi yang merasa bersalah dan terhina karena membunuh paman yang amat dicintai Nabi dengan kejam, pergi dan meninggalkan Makkah,,
Sampai akhirnya isteri washi berkata pulanglah ke Makkah suamiku Rosullulah pasti akan memaafkanmu,,setelah sekian lama isteri washi  merayu suaminya akhirnya kembalilah washi ke makkah dan menghadap Rosulluh,,,dengan menunduk dan ketakutan washi terdiam didepan Rosulloh,,Rosulloh berkata hai washi negkaulah yang membunuh pamanku dengan kejam dengan memotong lehernya kupingnya hidungnya dan memakan jantungnya,,,,tegakkan kepalamu karna Aku ingin melihat melihat wajahmu,orang yang telah membunuh pamanku dengan kejam, ceritakanlah padaku bagaimana engkau membunuh pamanku,,sambil ketakutan washi pun menceritakan bagaimana ia mengintai Hamzah lalu mencari celah dan menombaknya dari belakang lalu memotong leher kuping hidung serta merobek serta memakan jantungnya.dia pun minta maaf dan tidak berani memandang Rosulloh,,
Lantas beliau berkata wahai washi  sesungguhnya jika engkau telah memeluk agama Allah maka gugurlah dosa-dosamu terdahulu,,,dan pergilah kamu dan jangan pernah memperlihatkan muka kamu depanku karena itu akan menyakitiku dengan mengingatku dengan pamanku Hamzah,,,,
sampai  akhirnya washi ketika zaman khalifah Abu Bakar Ashidiq  washi kembali berperang dan kali ini ia memenggal  seorang nabi palsu,,dan akhirnya mendapat pelukan dari sahabat Nabi Abu bakar Ashidiq, dan Beliau bberkata wahai washi engkau yang dulu amat terhina dizaman jahiliyah karena membunuh paman Rosul secara tidak terpuji, tapi kini engkau jadi manusia yang amat terpuji karena telah menumpas pemberontak dan memenggal nabi palsu,,,,
inilah pelajaran besar untuk kita tidak boleh menyimpan dendam kepada seseorang sebagaimana dicontohkan Nabi walaupun ia telah membunuh dengantidak terpuji pamanya yang amat beliau cintai,,semoga cerita ini bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar