.
Translate
Minggu, 25 Oktober 2015
keutamaan sholat berjamaah
KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH DI MASJID
.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
.
“Shalat seseorang dengan berjama’ah lebih banyak pahalanya daripada shalat sendirian di pasar atau
di rumahnya, yaitu selisih 20 sekian derajat. Sebab, seseorang yang telah menyempurnakan wudhunya
kemudian pergi ke masjid dengan tujuan untuk shalat, tiap ia melangkah satu langkah maka diangkatkan
baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosanya, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam
masjid, ia dianggap mengerjakan shalat selama ia menunggu hingga shalat dilaksanakan. Para malaikat
lalu mendo’akan orang yang senantiasa di tempat ia shalat, “Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah
dosa-dosanya, terimalah taubatnya.” Hal itu selama ia tidak berbuat kejelekan dan tidak berhadats.”
(HR. Bukhari no. 477 dan Muslim no. 649)
.
Beberapa faedah dari hadits di atas:
.
1) Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendirian yaitu 25, 26, atau 27 derajat sebagaimana
disebutkan dalam riwayat lainnya.
.
2) Niat yang membuat seseorang pergi keluar hingga menunggu shalat dinilai berpahala. Jika seseorang
keluar rumah tidak berniat untuk shalat, tentu tidak mendapat pahala seperti itu. Sehingga benarlah
Imam Nawawi memasukkan hadits ini dalam kitab beliau Riyadhus Sholihin pada hadits no. 10 di Bab
“Ikhlas dan Menghadirkan Niat”.
.
3) Shalat lebih utama dari amalan lainnya karena terdapat do’a malaikat di sana.
.
4) Di antara tugas para malaikat adalah mendo’akan kebaikan pada orang-orang beriman. Do’a ini ada
selama seorang yang shalat tidak berbuat kejelekan di masjid dan selama ia terus berada dalam
keadaan suci (berwudhu).
.
5) Hadits ini menunjukkan keutamaan menunggu shalat. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin
rahimahullah berkata, “Jika seseorang menunggu shalat dalam waktu yang lama, setelah sebelumnya
melakukan shalat tahiyatul masjid dan berdiam setelah itu, maka akan dihitung pahala shalat.” (Syarh
Riyadhus Sholihin, 1: 74).
.
Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Hanya Allah yang memberi taufik dan petunjuk.
.
.
.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar