.
Silahkan di klik " LIKE & SHARE " Jika dirasa bermanfaat ...
Translate
Jumat, 30 Oktober 2015
keutamaan menunggu sholat di masjid
PENANTIAN YANG DIANGGAP SHALAT
.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
“Shalat seseorang dengan berjama’ah lebih banyak pahalanya daripada shalat sendirian di pasar atau di rumahnya, yaitu selisih 20 sekian derajat. Sebab, seseorang yang telah menyempurnakan wudhunya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan untuk shalat, tiap ia melangkah satu langkah maka diangkatkan baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosanya, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid, ia dianggap mengerjakan shalat selama ia menunggu hingga shalat dilaksanakan. Para malaikat lalu mendo’akan orang yang senantiasa di tempat ia shalat, “Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah taubatnya.” Hal itu selama ia tidak berbuat kejelekan dan tidak berhadats.”
(HR. Bukhari no. 477 dan Muslim no. 649)
.
Beberapa faedah dari hadits di atas:
.
1) Niat yang membuat seseorang pergi keluar hingga menunggu shalat dinilai berpahala. Jika seseorang keluar rumah tidak berniat untuk shalat, tentu tidak mendapat pahala seperti itu. Sehingga benarlah Imam Nawawi memasukkan hadits ini dalam kitab beliau Riyadhus Sholihin pada hadits no. 10 di Bab “Ikhlas dan Menghadirkan Niat”.
.
2) Di antara tugas para malaikat adalah mendo’akan kebaikan pada orang-orang beriman. Do’a ini ada selama seorang yang shalat tidak berbuat kejelekan di masjid dan selama ia terus berada dalam keadaan suci (berwudhu).
.
3) Hadits ini menunjukkan keutamaan menunggu shalat. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Jika seseorang menunggu shalat dalam waktu yang lama, setelah sebelumnya melakukan shalat tahiyatul masjid dan berdiam setelah itu, maka akan dihitung pahala shalat.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 1: 74).
.
.
Silahkan di klik " LIKE & SHARE " Jika dirasa bermanfaat ...
.
Silahkan di klik " LIKE & SHARE " Jika dirasa bermanfaat ...
Selasa, 27 Oktober 2015
Hanya kepada Allah kita mengadu
KEPADA SIAPA KITA MENGADU?
Kenapa kita tidak mengadukan kepada Allah yang telah men-takdirkan semua masalah yang telah
menghampiri kita? Segala masalah akan ada kunci jawabnya meskipun entah kapan waktunya. Kita hanya
bisa serahkan kepada Allah dan berusaha semaksimal mungkin untuk memecahkannya. Apapun masalahnya
dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
.
أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Qs Ar-Ra’d: 28) .
Ketika hamba semakin dekat pada Allah, maka Allah lebih dekat lagi padanya. Sehingga sudah
sepatutnya kita berhusnuzhon (berprasangka baik) pada Allah. Yaitu setiap hamba hendaklah
berprasangka pada Allah bahwasanya Dia maha pengampun, begitu menyayangi hamba-Nya, maha menerima
taubat, melipatgandakan ganjaran dan memberi pertolongan bagi orang beriman. .
Berhusnuzhon pada Allah di sini dibuktikan dengan seorang hamba punya rasa harap dan rajin memohon
do’a pada Allah. Karena doa adalah kunci yang sangat ampuh dan mujarab untuk melepaskan kepenatan
hati, rasa was-was ataupun segala masalah yang sedang kita hadapi. Ingatlah bahwa doa adalah inti
ibadah. Kita percaya bahwa dengan terus dan terus memohon kepada Allah maka Allah akan memudahkan
urusan kita. Kemudian serahkan semua usaha kita kepada Allah, karena Allah yang berhak menentukan
hasil dari proses yang kita usahakan. .
Wallahu a’lam bishawab.. Dari
.
Silahkan di klik " LIKE & SHARE " Moga-moga bermanfaat ..
.
Silahkan di klik " LIKE & SHARE " Moga-moga bermanfaat ..
Minggu, 25 Oktober 2015
keutamaan sholat berjamaah
KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH DI MASJID
.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
.
“Shalat seseorang dengan berjama’ah lebih banyak pahalanya daripada shalat sendirian di pasar atau
di rumahnya, yaitu selisih 20 sekian derajat. Sebab, seseorang yang telah menyempurnakan wudhunya
kemudian pergi ke masjid dengan tujuan untuk shalat, tiap ia melangkah satu langkah maka diangkatkan
baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosanya, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam
masjid, ia dianggap mengerjakan shalat selama ia menunggu hingga shalat dilaksanakan. Para malaikat
lalu mendo’akan orang yang senantiasa di tempat ia shalat, “Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah
dosa-dosanya, terimalah taubatnya.” Hal itu selama ia tidak berbuat kejelekan dan tidak berhadats.”
(HR. Bukhari no. 477 dan Muslim no. 649)
.
Beberapa faedah dari hadits di atas:
.
1) Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendirian yaitu 25, 26, atau 27 derajat sebagaimana
disebutkan dalam riwayat lainnya.
.
2) Niat yang membuat seseorang pergi keluar hingga menunggu shalat dinilai berpahala. Jika seseorang
keluar rumah tidak berniat untuk shalat, tentu tidak mendapat pahala seperti itu. Sehingga benarlah
Imam Nawawi memasukkan hadits ini dalam kitab beliau Riyadhus Sholihin pada hadits no. 10 di Bab
“Ikhlas dan Menghadirkan Niat”.
.
3) Shalat lebih utama dari amalan lainnya karena terdapat do’a malaikat di sana.
.
4) Di antara tugas para malaikat adalah mendo’akan kebaikan pada orang-orang beriman. Do’a ini ada
selama seorang yang shalat tidak berbuat kejelekan di masjid dan selama ia terus berada dalam
keadaan suci (berwudhu).
.
5) Hadits ini menunjukkan keutamaan menunggu shalat. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin
rahimahullah berkata, “Jika seseorang menunggu shalat dalam waktu yang lama, setelah sebelumnya
melakukan shalat tahiyatul masjid dan berdiam setelah itu, maka akan dihitung pahala shalat.” (Syarh
Riyadhus Sholihin, 1: 74).
.
Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Hanya Allah yang memberi taufik dan petunjuk.
.
.
.
Rabu, 21 Oktober 2015
Keutamaan Dzikir
BERZIKIR
Alquran dan Hadits Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan orang-orang beriman agar memperbanyak dzikir, yaitu mengingat Allah SWT. Hal ini menunjukkan, bahwa dzikir memiliki fungsi dan keutamaan yang sangat besar.
Dzikir kepada Allah merupakan bentuk ibadah yang paling agung (QS. Al-Ankabut [27]:45); mendatangkan manfaat (QS. Al-Dzariyat [51]:55),menenteramkan hati (QS. Al-Ra’du [13]:28), dan memperoleh kebahagiaan dan keselamatan (QS. Al-Jumu’ah [63]:10.
Dengan kata lain, dzikir ialah amal ibadah yang dapat menjaga dan meningkatkan konektivitas antara hamba dan Sang Penciptanya dengan baik. Hamba yang ingat kepada Allah, maka Allah pun pasti ingat kepadanya (QS. al-Baqarah [2]:152).
Terdapat berbagai bentuk dzikir yang telah disyariatkan dalam Islam. Oleh karena itu, dalam implementasinya, dzikir memiliki makna yang begitu luas. Di samping dalam bentuk lisan, seperti tahlil, tasbih, tahmid, takbir, tilawah qur’an, shalat, dan semisalnya, dikenal juga dzikir dalam bentuk tindakan atau sering disebut sebagai dzikir fi’li, seperti mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, menolong kaum tertindas, membantu mensejahterakan kaum dhu’afa dan amal kebajikan sosial lainnya.
Menurut riwayat dari Ibn ‘Abbas, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya supaya memperbanyak dzikir hauqalah, yaitu laa haula wa laa quwwata illaa billah (Tidak ada daya dan kekuatan melainkan kekuatan Allah).
Riwayat tersebut berkenaan dengan asbabun nuzul (sebab-sebab turun ayat) ayat tiga daripada surah At-Thalaq yang berbunyi: “Dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) hidupnya. Sesungguhnya Allah mengatur urusan yang dikehendakiNya. Sungguh Allah telah membuat ketentuan atas segela sesuatu.”
Alkisah, suatu hari Auf bin Malik menghadap Rasulullah SAW dan berkata, “Anakku ditawan musuh, ibunya pun sangat sedih. Apa yang harus aku lakukan wahai Rasulullah?”. Nabi SAW bersabda, “hendaklah kamu dan isterimu memperbanyak ucapan hauqalah, yaitu laa haula wa laa quwwata illa billah.”
Isteri Auf pun berkata, “Alangkah baiknya perintah dan saran Rasulullah itu.” Kemudian mereka memperbanyak bacaan tersebut. Sehingga tanpa disangka-sangka, suatu ketika musuh yang menawan anak mereka itu lengah. Si anak pun berhasil melarikan diri dari tawanan musuh sambil membawa beberapa ekor kambing milik sang musuh tadi.
Atas hal itu, turunlah ayat di atas. (HR. Ibnu Mardawaih). Ucapan hauqalah adalah salah satu bentuk ucapan dzikir yang diajarkan oleh baginda Nabi SAW. Efeknya, seorang Mukmin yang memperbanyak dzikir tersebut, maka ia akan memperoleh pertolongan atas kesulitan yang dihadapinya.
Bahkan Rasulullah SAW mengibaratkan bacaan hauqalah ini laksana harta kekayaan Surga. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits dari Abi Musa, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “Maukah kamu aku tunjukkan harta kekayaan dari sekian kekayaan Surga ?” Aku jawab: “Tentu wahai Rasul!” Beliau bersabda: “wa laa haula wa laa quwwata illaa billah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Mencermati kekuatan dan keutamaan dzikir tersebut di atas, maka seberat dan sebesar apa pun masalah atau problematika hidup yang menimpa diri kita, tentu ada jalan keluarnya. Tak terkecuali, kesulitan demi kesulitan yang dihadapi bangsa kita saat ini.
Oleh sebab itu,selain memerlukan langkah-langkah strategis yang bersifat teknis, kekuatan dzikir kepada Allah tidak bisa diabaikan.
Sebab dziki-dzikir yang kita amalkan, seperti dzikir hauqalah yang diajarkan Rasulullah SAW di atas sejatinya dapat memudahkan turunnya pertolongan dari Allah. Pertolongan dan kebaikan (rezeki) yang tidak disangka-sangka.
Tentu, dzikir yang disertai ketaqwaan, keikhlasan dan kekhusuan. Di samping penuh harap, cemas dan rasa takut. Wallahu al-Musta’an.
Meraih rezeki yang halal
CARILAH REZEKI DENGAN CARA YANG HALAL
.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.”
(HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).
.
Dalam hadits disebutkan bahwa kita diperintah untuk mencari rezeki dengan cara yang baik atau diperintahkan untuk “ajmilu fit tholab”. Apa maksudnya?
Janganlah berputus asa ketika belum mendapatkan rezeki yang halal sehingga menempuh cara dengan maksiat pada Allah. Jangan sampai kita berucap, “Rezeki yang halal, mengapa sulit sekali untuk datang?”
Jangan sampai engkau mencelakakan dirimu untuk sekedar meraih rezeki.
.
Dalam hadits di atas berarti diperintahkan untuk mencari rezeki yang halal. Janganlah rezeki tadi dicari dengan cara bermaksiat atau dengan menghalalkan segala cara. Kenapa ada yang menempuh cara yang haram dalam mencari rezeki? Di antaranya karena sudah putus asa dari rezeki Allah sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.
.
Intinya karena tidak sabar. Seandainya mau bersabar mencari rezeki, tetap Allah beri karena jatah rezeki yang halal sudah ada. Dari @alhi
keutamaan membaca Alquran
KEUTAMAAN MEMBACA ALQURAN
★ 1. Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
★ 2. Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surat Al-Baqarah dan Surat Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya.” [HR. Muslim 804]
★ 3. Dari shahabat An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi radhiallahu ‘anhu berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Akan didatangkan Al-Qur`an pada Hari Kiamat kelak dan orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya, yang paling depan adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran, keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 805]
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah yang membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang membantahmu.” [HR. Muslim]
Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa tujuan terpenting diturunkannya Al-Qur`an adalah untuk diamalkan. Hal ini diperkuat oleh firman Allah subhanahu wata’ala :
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Shad : 29]
“supaya mereka mentadabburi”, yakni agar mereka berupaya memahami makna-maknanya dan beramal dengannya. Tidak mungkin bisa beramal dengannya kecuali setelah tadabbur. Dengan tadabbur akan menghasilkan ilmu, sedangkan amal merupakan buah dari ilmu.
★ 4. Dari shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
(( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رواه البخاري .
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]
Orang yang terbaik adalah yang terkumpul padanya dua sifat tersebut, yaitu : mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya. Ia mempelajari Al-Qur`an dari gurunya, kemudian ia mengajarkan Al-Qur`an tersebut kepada orang lain. Mempelajari dan mengajarkannya di sini mencakup mempelajari dan mengajarkan lafazh-lafazh Al-Qur`an; dan mencakup juga mempelajari dan mengajarkan makna-makna Al-Qur`an.
★5. Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :ِ
“Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244]
★6. Dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis.
Perumpamaan seorang munafiq namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” [Al-Bukhari 5427, Muslim 797]
Semoga kita menjadi bagian orang-orang yang akan mendapatkan syafaat oleh alquran diakhirat kelak
_________________________________________
_________________________________________
sabar itu menghapus dosa
KEUTAMAAN SABAR KETIKA DITIMPA MUSIBAH
Rasululllah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tidak henti-hentinya musibah menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sampai ia berjumpa dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” (HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2280) MUSIBAH DI DUNIA LEBIH BAIK DARIPADA DI AKHIRAT
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya maka Allah menyegerakan hukumannya di dunia, dan apabila Allah menghendaki kejelekan bagi hamba-Nya maka Allah menahan hukuman atas dosanya sampai dibalas pada hari kiamat.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 308) SIKAP KITA TERHADAP YANG TERTIMPA MUSIBAH
Selain bantuan yang bisa kita berikan kepada mereka bisa berupa materi, seperti uang, bahan makanan, pakaian, obat-obatan, kita juga dianjurkan untuk mendoakan saudara kita walau tanpa sepengetahuannya. Keutamaan akan amalan ini disebutkan dalam sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam: “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya (tanpa diketahuinya) mustajab (akan dikabulkan). Di samping kepalanya ada malaikat yang bertugas. Ketika dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata, ‘Amin, mudah-mudahan engkau mendapatkan yang semisalnya’.” (HR. Muslim)
Minggu, 04 Oktober 2015
10 Sunnah Nabi untuk menghidupkan produktifitas seorang muslim
10 SUNNAH NABI SAW UNTUK MENGHIDUPKAN KEBIASAAN PRODUKTIF SEORANG MUSLIM
Sebagai peringatan untuk diri saya sendiri, juga sebagai buah tangan buat sahabat sekalian - mari kita laksanakan 10 Sunnah Nabi yang Hebat ini.
1. Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. Insya Allah doa mudah termakbul dan kita semakin dekat dengan Allah
2.Membaca Al-Qur’an setiap hari. Sesibuk apapun kita, bacalah walau beberapa ayat
3. Dzikir setelah sholat. Ini yang dicontohkan Nabi. Subhanallah Walhamdulillah Walaa ilaa haillallah Allahu Akbar.
4. Menjaga Shalat Sunnah Rawatib. Mau kan dibangunkan rumah di surga? (HR. Muslim no. 728)
5. Dzikir Pagi dan Petang. “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” QS. Al Araf:205
6.Jangan tinggalkan masjid. Karena surga ganjarannya bagi pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid. Al Hadits
7. Menjaga sholat dhuha, karena salah satu kunci rezeki terletak pada sholat dhuha.
8. Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Insya Allah, Allah membalas dengan berlipat ganda
9. Menjaga wudhu, karena Allah menyayangi hamba yang menjaga wudhu.
10. Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah
Kamis, 01 Oktober 2015
janji Allah yang selalu pasti
Kisah nyata yg diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur di Kampus UI beberapa bulan lalu.
Dengan gaya khas beliau bercerita :
“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi 'Pengusaha Tambang'. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah.
. Tahajud oke,
. Dzikir oke,
. dan Wirit oke,
. Sedekah pun oke juga...
Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi 'Ahli Tambang'.
Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.
Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga.
Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari 'Pertambangan & Metalurgi' sebab udah jadi cita-citanya dari dulu.
Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN .
Masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.
Mandiri ITB pun gak lolos.
Si bapak bingung "kok Allah gak ngabulin impiannya sih?"
Dia kepengen anaknya jadi 'Ahli Tambang' biar punya manfaat buat ummat di kemudian hari.
Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini & itu pasti perlu banyak biaya.
Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja.
Gak jadi tukang tambang tapi 'Jadi Supir Pribadi'...
Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya.
Si anak Tawakkal kepada Allah...
Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah.
Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.
Nah… Kebetulan si anak ini jadi 'Supir Boss Besi' di Surabaya.
Tiap hari ini anak anterin boss nya ke tempat-tempat pengumpul 'Besi Bekas' di daerah Jawa.
Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien.
Si Boss ngajarin ini anak :
» gimana memilih Besi yg Bagus,
» dimana beli Besi Bagus,
» dan kemana harus dijual.
Singkat cerita...
2 tahun sudah ini anak kerja jadi 'Supir si Boss Besi'.
Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya:
“Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”.
Hati anak ini bergetar.
Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya.
Ia sekarang jadi 'Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah.....
Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yg kemarin gak lolos 'Udah Jadi Pengusaha'.
Lucunya...
Ketika si anak ini menginterview calon karyawan nya lalu melihat CV nya, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yg seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati : “ehmmm saingan gue dulu nih.”.
Yang lolos masih jadi karyawan tapi yg gak lolos malah jadi boss.
Heran kan?
Gak usah heran!
Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu
Ente bisa punya mimpi jadi dokter... Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, maka :
~~~~~~~~~~~~~~~~~
'Kegagalan'
bukanlah Penghalang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yg telah Allah rencanakan.
Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarang…
Alhamdulillah....
Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI...
yang waktu itu lolos? Belum tentu.”
Yuk terys doakan anak2 qt. Semoga memotivasi kita semua!
Semangat menginspirasi!” Insya Allah
Langganan:
Komentar (Atom)